Ciri Ciri Kanker Serviks pada Wanita yang Belum Menikah

Ciri ciri atau gejala penyakit kanker rahim atau kanker serviks pada wanita yang belum menikah dan yang sudah menikah, secara umum sama saja, karena setiap perempuan, baik itu yang belum menikah ataupun yang sudah menikah, tetap bisa terkena resiko kanker serviks. Namun umumnya, kanker serviks akan mengenai wanita yang sudah menikah dan aktif dalam hubungan inteam.

Mengapa wanita belum menikah bisa terkena kanker serviks ? Kemungkinan besar adalah karena melakukan z3ks bebas di luar nikah dengan berganti-ganti pasangan. Perlu diketahui bahwa virus kanker serviks umumnya menular akibat hubungan z3kzual dan sangat jarang terjadi menular hanya dengan kontak fisik biasa.

Jadi, jika ada anak gadis yang terkena kanker serviks, maka kemungkinan besar dia telah melakukan hubungan z3ks di luar nikah. Oleh karena itu, orang tua wajib memberikan kontrol yang ketat kepada anak-anaknya dari pergaulan yang tidak sesuai dengan norma. Berikan pendidikan moral atau agama yang cukup demi keselamatan dan kebahagiaan anak di masa yang akan datang.

Kembali ke masalah kanker serviks, di Indonesia hampir tiap 1 jam sekali ada wanita yang meninggal gara-gara kanker serviks. Hal ini terjadi, karena pada masa stadium awal, penderita tidak memperlihatkan adanya ciri fisik kanker serviks atau keluhan apapun.

Keluhan akan timbul apabila penyakit sudah pada tahap stadium lanjut. Adapun gejala atau ciri ciri orang yang terkena kanker serviks yang perlu diwaspadai adalah :
  • Keputihan parah yang berbau dan bercampur darah. 
  • Adanya perdarahan di luar siklus haid.
  • Siklus haid yang terjadi lebih berat dan lebih lama.
  • Adanya perdarahan setelah masa menopause.
  • Adanya perdarahan setelah melakukan hubungan inteam.
  • Adanya perdarahan setelah pemeriksaan panggul atau pembersihan vagina.
  • Sakit di daerah panggul.
  • Sakit saat melakukan hubungan z3kzual.
  • Turunnya berat badan.

Jika Anda telah mendapati adanya ciri ciri sakit kanker serviks di atas, maka mau tidak mau, Anda harus segera mendatangi dokter ahli agar bisa terhindar dari yang lebih parah yaitu kematian.

Tidak ada salahnya bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan skrining seperti pada dokter. Memang, pemeriksaan papsmear dilakukan pada wanita yang telah aktif secara z3kzual karena tindakan ini bisa merusak selaput dara pada wanita yang masih perawan. Namun jika Anda sudah menikah, maka pemeriksaan papsmear hendaknya dilakukan secara rutin setiap 1 tahun sekali.

Alternatif lainnya adalah melakukan pemeriksaan lain seperti pemeriksaan HPV, karena HPV merupakan penyebab utama terjadinya kanker serviks. Penanganan kanker serviks bisa juga dengan cara operasi, terapi radiasi dan kemoterapi.

Secara umum, tindakan operasi terbatas pada pasien yang menderita serviks stadium I dan IIA, sementara metode radiasi dapat dilakukan pada semua stadium penyakit kanker serviks. Khusus kemoterapi dilakukan untuk penanganan pada pasien dengan stadium IVB atau mereka dengan kanker yang kambuhan yang tidak dapat dilakukan terapi radiasi maupun operasi.

Jadi masing-masing stadium memiliki pilihan terapi utama yang dilakukan disamping pemeriksaan fisik secara lengkap sebelum memutuskan terapi yang tepat khususnya dalam menangani kanker serviks stadium lanjut.

Itulah beberapa ciri ciri wanita terkena kanker serviks, baik wanita yang sudah menikah maupun yang belum menikah walaupun kasusnya jarang. Dengan mengetahui informasi terkait ciri ciri penderita kanker serviks di atas, maka Anda bisa dengan segera mengambil tindakan pengobatan agar tidak menimbulkan penyakit yang lebih parah lagi sehingga cepat tertangani.

Bagi yang tidak menemukan tanda tanda kanker serviks pada wanita di atas, bukan berarti Anda bersikap nyantai, tapi banyaklah berkonsultasi kepada ahlinya sebagai tindakan pencegahan dalam memelihara hidup Anda yang hanya satu kali ini. Selanjutnya baca : fungsi tes kebugaran jasmani


Tag : kanker serviks
Back To Top