Penyebab Parkinson dan Pengobatannya


Penyakit Parkinson mempengaruhi sel-sel saraf di otak yang memproduksi dopamine. Gejala penyakit Parkinson diantaranya kekakuan otot, tremor, dan perubahan dalam bicara dan perilaku. Setelah diagnosis, perawatan dapat membantu meringankan gejala tersebut tetapi belum ada obatnya.

Penyebab Parkinson

Rendahnya tingkat dopamin, zat kimia otak yang terlibat dalam mengendalikan gerakan, menyebabkan gejala penyakit Parkinson. Rendahnya nilai dopamin ini terjadi ketika sel-sel saraf di bagian otak yang membuat dopamin pecah. Penyebab pasti dari gangguan ini belum diketahui.

Para ilmuwan mencari hubungan antara penyakit Parkinson dan genetika, penuaan, racun di lingkungan, dan radikal bebas. Meskipun studi ini mulai memberikan beberapa jawaban, para ahli masih belum tahu penyebab pasti dari penyakit ini.

Hanya sebagian kecil orang penderita Parkinson memiliki orang tua, saudara, atau saudara perempuan yang memiliki penyakit tersebut. Tapi gen abnormal tampaknya menjadi faktor umum dalam beberapa keluarga ketika awal-awal terjadi Parkinson.

Ada banyak penyebab lain dari parkinsonisme, yang merupakan sekelompok gejala yang meliputi tremor, kekakuan otot, gerakan lambat, dan goyah ketika berjalan. Parkinsonisme meniru penyakit Parkinson, tetapi sebenarnya bukanlah penyakit Parkinson.


Gejala Parkinson

Gejala penyakit Parkinson ini berbeda pada setiap orang. Mereka juga akan berubah seiring dengan berkembangnya penyakit. Gejala yang dimiliki oleh seseorang pada tahap awal penyakit ini, maka pada orang lain mungkin tidak terjadi pada tahap awal atau bahkan tidak kelihatan sama sekali. Gejala biasanya mulai muncul antara usia 50 dan 60 tahun. Penyakit ini berkembang secara perlahan dan sering tidak diketahui oleh keluarga, teman, dan bahkan oleh pasangan sendiri.

Penyakit ini menyebabkan gejala motorik dan gejala non-motorik. Gejala motorik adalah gejala yang terlihat dalam bentuk gerakan tubuh. Yang paling umum adalah tremor.

Tremor atau gemetar, sering terjadi pada tangan, lengan, atau kaki, dan biasa terjadi ketika Anda sedang terjaga dan duduk atau berdiri diam dan getaran itu akan sedikit membaik bila Anda memindahkan bagian tubuh.

Tremor seringkali menjadi gejala pertama penderita penyakit Parkinson yang terlihat oleh anggota keluarga mereka. Pada awalnya tremor mungkin muncul hanya dalam satu lengan atau kaki atau hanya pada satu sisi tubuh. Tremor juga dapat mempengaruhi dagu, bibir, dan lidah. Namun tremor dapat menyebar ke kedua sisi tubuh walaupun dalam beberapa kasus, tremor tetap hanya pada satu sisi.

Stres secara emosional dan fisik cenderung akan membuat getaran lebih terlihat. Tidur, relaksasi dan gerakan disengaja biasanya mengurangi atau menghentikan getaran.

Meskipun tremor adalah salah satu tanda yang paling umum dari penyakit Parkinson, namun bukan berarti semua orang yang memiliki tremor pasti menderita Parkinson. Tidak seperti tremor yang menjadi penyebab Parkinson, tremor yang disebabkan oleh kondisi lain akan lebih baik bila lengan atau tangan tidak bergerak dan semakin buruk ketika Anda mencoba untuk memindahkannya, sehinmgga orang banyak menyebutnya penyakit tremor.

Penyebab tremor non-Parkinson yang  paling umum adalah tremor esensial. Ini adalah kondisi penyakit yang dapat diobati yang sering salah didiagnosa sebagai Parkinson.

Gejala umum lainnya selain tremor adalah :
  • Otot kaku dan sakit otot. Salah satu tanda-tanda awal yang paling umum dari Parkinson adalah berkurangnya ayunan lengan di salah satu sisi ketika Anda berjalan. Hal ini disebabkan oleh otot-otot yang kaku. Kekakuan juga dapat mempengaruhi otot-otot kaki, wajah, leher, atau bagian lain dari tubuh. Hal itu dapat menyebabkan otot merasa lelah dan sakit.
  • Lambat, gerakan terbatas, terutama ketika Anda mencoba untuk bergerak dari posisi istirahat. Misalnya, kesulitan untuk keluar dari kursi atau berbaring di tempat tidur.
  • Kelemahan otot wajah dan tenggorokan yang menyebabkan sulit untuk berbicara dan menelan. Anda mungkin tersedak atau batuk. Bicara menjadi lebih lemah dan monoton. Hilangnya gerakan pada otot-otot di wajah dapat menyebabkan ekspresi wajah menjadi kosong.
  • Kesulitan berjalan dan kurang keseimbangan. Seseorang dengan penyakit ini cenderung untuk mengambil langkah-langkah kecil dan berjalan dengan kakinya berdekatan, membungkuk ke depan dan kesulitan ketika berbalik. Masalah keseimbangan ini dapat menyebabkan sering jatuh.
Sejumlah orang memiliki gejala hanya pada satu sisi tubuh dan tidak pernah pindah ke sisi lainnya.


Penyebab Parkinson dan Pengobatannya



Pengobatan Parkinson

Belum ada metode pengobatan yang dapat menghentikan atau membalikkan kerusakan sel-sel saraf akibat penyakit Parkinson. Tapi ada banyak pengobatan berupa obat dan terapi parkinson yang dapat membantu meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup Anda.

Usia, status pekerjaan, keluarga, dan kondisi kehidupan, itu semua dapat mempengaruhi keputusan tentang kapan mulai melakukan pengobatan dan jenis pengobatan apa yang akan digunakan serta kapan harus membuat perubahan dalam pengobatan. Seiring dengan perubahan kondisi kesehatan, maka mungkin perlu melakukan perubahan secara teratur dalam perawatan untuk menyeimbangkan kualitas hidup, efek samping pengobatan, dan biaya pengobatan.

Anda harus melihat anggota tim perawatan kesehatan Anda secara teratur (setiap 3 sampai 6 bulan, atau seperti yang diarahkan) untuk penyesuaian dalam perawatan Anda sebagaimana adanya perubahan kondisi Anda.

Pengobatan Parkinson diantaranya :
  • Obat-obatan seperti levodopa dan agonis dopamin. Ini adalah pengobatan yang paling umum untuk penyakit Parkinson. 
  • Perawatan di rumah. Ada banyak langkah yang dapat Anda lakukan di rumah agar gejala penyakit Parkinson bisa meringan, seperti berolahraga secara teratur dan makan makanan yang sehat. 
  • Diet khusus. Beberapa terapi gizi telah diusulkan sebagai pengobatan untuk Parkinson. Memang tak satu pun dari terapi ini terbukti efektif. Tetapi walau demikian, sangat penting untuk menjaga kesehatan umum dengan makan diet seimbang. Sebelum mencoba pengobatan komplementer, seperti diet khusus, berkonsultasilah dengan dokter tentang efek keamanan dan efek samping dari pengobatan. Konsultasi dengan dokter dapat membantu Anda dalam memutuskan pemilihan pengobatan yang aman dan efektif. 
  • Terapi electroconvulsive. Depresi yang tidak respon oleh obat parkinson, dapat dicoba dengan terapi electroconvulsive (ECT). ECT juga dapat meningkatkan gerakan dalam waktu singkat.
  • Operasi. Operasi otak contohnya stimulasi otak dalam (DBS), dapat dipertimbangkan dilakukan ketika obat gagal dalam mengontrol gejala penyakit Parkinson atau menyebabkan efek samping yang lebih parah.
  • Terapi wicara. Terapi bicara dengan mengolah pernapasan dan latihan bicara untuk membantu mengatasi rendahnyan nada bicara, bicara tidak jelas dan suara monoton khususnya pada penyakit Parkinson tahap lanjut.
  • Terapi fisik. Terapi ini dapat membantu meningkatkan kegiatan berjalan dan mengurangi risiko jatuh.
  • Terapi okupasi. Terapi ini dapat membantu bagaimana belajar untuk melakukan sesuatu untuk diri sendiri sehingga pasien dapat tetap mampu melakukannya sendiri lagi.
  • Pengobatan masalah mental. Anda atau anggota keluarga Anda mungkin menyadari bahwa Anda mulai memiliki masalah dengan memori, proses pemecahan masalah, pembelajaran, dan fungsi mental lainnya. Ketika masalah ini menghalangu Anda dalam melakukan kegiatan sehari-hari, hal itu disebut demensia. Ada obat yang dapat membantu mengobati demensia pada orang yang juga penderita Parkinson.
Itulah informasi seputar gejala Parkinson, penyebab Parkinson dan juga pengobatan Parkinson. Semoga bermanfaat buat pembaca blog info kesehatan terbaru.


Tag : parkinson
Back To Top