Kebugaran Jasmani

Arti Bipolar Disorder dalam Bahasa Indonesia


Agar mengetahui arti bipolar disorder dalam Bahasa Indonesia, mari kita terangkan dahulu dilihat dari istilah. Bipolar disorder atau yang pula dikenal sebagai gangguan bipolar adalah suatu keadaan kejiwaan yang menyebabkan terjadinya perubahan mood yang ekstrem.

Perkara ini membuat orang yang mempunyai gangguan ini dapat berubah feeling secara tiba-tiba dari amat senang (mania) menjadi amat sedih (depresi). Sering kali, di antara perubahan keduanya, pesakitan tetap mengalami keadaan perasaan hati yang normal.

Waktu pasien merasa sedih, ia bakal merasa tertekan, kehilangan asa, dan malahan bisa kehilangan kemauan buat melakukan aktifitas sehari-hari. Namun saat merasa senang, penderita akan merasa sangat bersemangat dan full gairah.

Perubahan mood tersebut dapat terjadi berkali-kali dalam setahun. Keadaan jiwa ini dapat menyebabkan rusaknya hubungan pribadi, kurangnya motivasi serta produktivitas di tempat kerja, serta yang kian buruk lagi dapat menyebabkan feeling mau berniat bunuh diri.

Oleh karena itu, orang-orang dengan bipolar disorder amat disarankan untuk menghubungi bantuan medis disaat mengalami perubahan mood yang ekstrim.


Arti Bipolar Disorder dalam Bahasa Indonesia


Macam bipolar disorder
Berdasarkan  definisi dari The American Psychiatric Association’s Diagnostic and Statistical Manual (DSM) IV, bipolar disorder bisa dibagi menjadi dua yaitu gangguan bipolar I dan II.

Gangguan bipolar I atau tipe klasik digejalai dengan adanya 2 episode yaitu mania serta depresi. bipolar disorder II digejalai melalui adanya hipomania serta depresi. Di samping kedua tipe kondisi mental itu, masih terdapat lagi yang disebut cyclotimia dan NOS Bipolar.

Perilaku mania dan hipomania adalah keadaan pikiran, perasaan, dan tingkah laku yang memperlihatkan ekspresi kegembiraan berlebihan. Umpamanya orang dengan kondisi ini merasa banyak gagasan, paling pintar, menggampangkan permasalahan, yang selanjutnya menciptakan pikiran positif berupa perasaan senang berlebihan, tingkah laku terlalu ceria, serta terlihat menonjol.

Pada tingkat tingkah laku hipomania, orang dengan bipolar disorder masih dapat mengontrol diri, adapun  mereka yang bertingkah laku mania sudah tak bisa mengendalikan diri. Fase mania dialami selama 2 minggu sampai 4 – 5 bulan (rata-rata sekitar 4 bulan).

Sementara itu,  perilaku depresi adalah kondisi pikiran yang negatif, putus asa, serta tidak punya ide. Orang yang lagi depresi diliputi feeling sedih, tak bersemangat yang berlebihan, condong berperilaku pendiam, pemalas, serta tak mau bersosialisasi di sekitar lingkungannya.

Malahan terkadang pada tingkat depresi yang sangat tinggi, timbul feeling mau bunuh diri. Tahap depresi dialami makin lama daripada tahap mania yakni sekitar 6 bulan, namun pada orang yang berusia sudah tua bisa dialami lebih dari satu tahun.

Kesimpulannya, jenis gangguan bipolar tersebut yaitu:

Bipolar disorder 1
Penyakit bipolar disorder ini ditandai melalui manik depresif, yaitu adanya perubahan mood yang condong ekstrim. Pesakitan bisa mengalami 'mania', yakni kesenangan dan kegembiraan yang ekstrem, berlebih dalam aktivitas fisik, banyak ngomong, sampai penurunan kebutuhan tidur.

Gangguan bipolar 2
Penyakit gangguan bipolar iniyang mana penderita depresi bipolar condong memiliki energi yang sangat rendah, kesehatan mental dan fisik yang agak terbelakang. Hal ini diikuti dengan kelelahan yang berlebihan akibat hipersomnia, yaitu gangguan tidur yang digejalai oleh kebutuhan buat tidur berlebihan alias mengantuk ujug-ujug.

Cyclothymia
Penyakit bipolar disorder ini memiliki kegembiraan yang berlebihan dalam tempo waktu yang lama dengan ciri depresi yang tak begitu kentara. Bahkan mungkin orang yang punya gangguan ini tidak terlihat depresi sedikit pun. Namun pada akhirnya, pasien cyclothymia bakal terkena bipolar 1 maupun 2 yang parah.

Bipolar NOS
Penyakit gangguan bipolar ini adalah bipolar yang tak teridentifikasi. Dalam arti, mereka mengalami sebagian ciri bipolar, tetapi bisa muncul dan hilang, alias mengalami tanda gangguan mental yang nyaris persis dengan bipolar tetapi tidak spesifik serta tak gampang dikenali seperti ciri bipolar lain.

Gejala orang yang terkena bipolar
Selama episode mania, sebagian ciri serta gejala lain yang dapat muncul, ialah:
- Merasa terlalu senang serta bersemangat.
- Amat sensitif serta gampang tersinggung.
- Banyak makan.
- Tak terasa mengantuk sebab merasa amat berenergi
- Bersikap gegabah serta melakukan aktifitas yang berisiko.
- Berbicara dengan sangat cepat serta mengubah tema pembicaraan dari satu tema ke yang lainnya.
- Mengalami penurunan kemampuan dalam melakukan penilaian atau pembuatan suatu keputusan.
- Dapat pula dapat melihat perkara aneh dan mendengar suara-suara misterius.

Sedangkan, dalam episode depresi ada beberapa tanda serta gejala gangguan mental ini yaitu:
- Merasa sangat bersedih dan kehilangan asa pada jangka waktu yang panjang.
- Kehilangan ketertarikan dalam mengerjakan aktifitas sehari-hari.
- Susah makan
- Merasa ngantuk serta malas.
- Merasa terlalu sadar diri dan minder.
- Susah berkonsentrasi.
- Memiliki pemikiran untuk menghabisi diri sendiri.

Bipolar bukanlah penyakit menular sebab tidak ada agen yang menjadi penyebab etiologi seumpama bakteri, kuman, virus, serta sebagainya. Di dunia psikiatri, meskipun organ yang terkena adalah otak, tetapi tidak dapat ditunjuk satu maupun sebagian agen yang menjadi penyebab. Jadi, terjadinya gangguan jiwa tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain.

Penyebab gangguan bipolar
Ada berbagai faktor yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan bipolar, yaitu:

Faktor biologis
Terdapatnya gangguan disebabkan oleh kelainan pada zat kimiawi di sel saraf otak. Ketidakseimbangan ini ditunjukkan salah satunya oleh respon pasien terhadap obat-obatan yang mempengaruhi sistem saraf tersebut.

Faktor genetik
Seseorang yang salah satu orang tuanya mengalami kondisi mental ini, memiliki akibat 15 – 30% buat pula menderita bipolar disorder. Jika kedua orangtuanya menderita bipolar, barangkali 50 – 75% anaknya akan menderita kondisi ini juga.

Pada kembar identik, akibat 33 – 90% saudara kembar bakal menderita juga. Sebanyak 10 – 15% keluarga dari pasien yang mengalami bipolar disorder pernah mengalami satu episode gangguan mood.

Faktor psikososial
Peristiwa dalam kehidupan yang penuh tekanan akan menyebabkan perubahan dalam biologi di otak ataupun perubahan signal dalam saraf. Informasi yang dialami akan disimpan di dalam otak yang bakal terpanggil lagi pada satu kejadian yang membangkitkan memori. Proses memori terjadi walaupun tak ada sesuatu yang berasal dari luar yang menimbulkannya.

Seseorang bisa mendeteksi dirinya menderita gangguan jiwa cuman dalam tahap deteksi awal saja. Namun, diagnosa hanya dapat dikerjakan oleh tenaga profesional seperti dokter ahli kedokteran jiwa. Selain diagnosa kedokteran, keahlian lain yang berkaitan beserta kesehatan jiwa pula memiliki diagnosis maupun penamaan sendiri.

Diagnosis dibikin berdasarkan kriteria yang ada beserta melakukan pemeriksaan klinis, tanda serta gejala lewat hasil pengamatan, tanya jawab pada penderita atau orang lain yang terdekat dengannya misalnya orangtua, anak, istri, teman, serta yang lain. Pasien akan diminta menceritakan kisahnya dan psikiater akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan perihal perkara yang digambarkan.

Faktor yang mempengaruhi gangguan bipolar
Sebagian hal berisiko di bawah ini bisa mempengaruhi kemungkinan individu terdampak bipolar disorder yakni:
- Periode stress yang tinggi.
- Penyalahgunaan alkohol ataupun obat-obatan terlarang.
- Mempunyai anggota keluarga penderita bipolar disorder atau gangguan kondisi mental lain.
- Mengalami peristiwa kehilangan yg terjadi secara tiba-tiba, misal kematian orang yang disayang.

Metode perawatan bipolar disorder
Perawatan bagi pasien bipolar disorder tak bisa menyembuhkan penderita, tetapi dapat menstabilkan perubahan mood. Perawatan yang pas akan ditentukan oleh psikiater. Tergantung keadaan, beberapa perawatan yang akan diberikan buat gangguan bipolar adalah:

Terapi obat
Dokter bisa menganjurkan resep untuk menstabilkan mood. Obat tersebut bisa membantu mengurangi gejala yang Anda alami. Sobat barangkali diwajibkan untuk mengonsumsi obat yang diresepkan dalam tempo waktu yang lama demi menghindari suatu episode depresi yang bisa menyebabkan bunuh diri. Obat-obatan yang ada lazimnya tediri dari antidepresan, penstabil mood, antipsikotik, dan obat anti stress.

Konseling
Anda barangkali akan perlu melakukan konseling untuk membicarakan kondisi serta bagaimana metode melalui episode emosi yang dialami. Temukan sebuah komunitas yang dapat membantu dengan gangguan ini.

Perawatan penyalahgunaan zat tertentu
Apabila Agan menderita suatu ketergantungan pada zat tertentu, sangat penting buat menanggulangi ketergantungan tersebut, karena kondisi itu akan menyulitkan dalam meringankan keadaan yang dialami.

Perawatan rumah sakit
Dalam kasus yang makin parah, Anda bakal diwajibkan untuk dirawat di rumah sakit buat pengawasan berkala. Perawatan tersebut khususnya terjadi apabila Sobat mengalami tanda-tanda  mau melakukan bunuh diri. Pada level ini, Agan bisa saja melukai diri sendiri dan orang lain. Tidak semua situasi sama, jadi lebih baik selalu diskusikan setiap keluhan yang Sobat miliki kepada psikiater.

Tes bipolar disorser
Sebagian tes yang umum dikerjakan dokter atau psiakter buat menolong menegakan diagnosa bipolar disorder adalah tes fisik, tes psikologi, penggambaran mood.
Tes fisik. Tes ini akan menolong mengetahui sumber keluhan. Ada juga tes psikologis. Dokter bakal menanyakan sebagian pertanyaan tentang feeling, episode mood, dan pola tingkah laku.

Pada penggambaran mood, dokter akan menulis buku harian yang berisi pola tidur, mood, dan tingkah laku bagi membantu menentukan diagnosis.

Perbedaan antara depresi serta bipolar disorser
Untuk mengetahui lebih dalam mengenai apa saja beda depresi dan bipolar disorder, berikut adalah sebagian perkara yang bisa Sobat perhatikan:

Penyebab depresi serta gangguan bipolar berbeda total
Walaupun sampai waktu ini para peneliti belum menemukan secara pasti apa penyebab bipolar, mereka meyakini bahwa faktor genetik kian berperan penting dalam mengakibatkan bipolar. Dua zat kimia di otak, serotonin serta norepinephrine, menjadi berantakan pada seseorang yang mengalami bipolar. Sementara itu depresi lebih dipengaruhi oleh bermacam hal, mulai dari faktor genetik, perubahan hormon, pemakaian obat-obatan, hingga stress kronis.

Depresi menyebabkan sedih berkelanjutan, bipolar menyebabkan seseorang bolak-balik merasa bahagia serta sedih
Bipolar disorder mengakibatkan seseorang mengalami dua fase berbeda, yakni fase ‘’mania’’ serta ‘’depresi’’ yang bisa timbul bergantian. Gejolak perubahan mood ini dapat terjadi drastis, dan  seringkali timbul tidak sesuai dengan kondisi yang lagi terjadi. Misalnya, pada saat sedang ngobrol bersama teman, penderita bipolar malah merasa sedih tanpa sebab.

Ketika seseorang berada pada tahap ‘’mania’’ maka dia akan berada pada puncak mood, amat bersemangat, tak bisa tidur, banyak bicara dibanding biasanya, berbicara sangat cepat, gampang teralihkan konsentrasinya, serta berpikir jangka pendek tanpa berpikir akibatnya.

Fase ‘’mania’’ umumnya berlangsung selama 7 hari. Di antara fase ‘’mania’’ dan ‘’depresi’’, ada fase ‘’psychosis’’ yang merupakan suatu kondisi dimana seseorang bakal merasa asing terhadap dunianya serta berhalusinasi maupun memiliki ide yang tak masuk akal.

Sementara ketika seorang bipolar berada pada tahap ‘’depresi’’, ia condong mengalami gejala yang persis seperti orang yang mengalami depresi. Biasanya, seseorang bisa mengembangkan kecenderungan keadaan mental ini pada rentang usia remaja sampai 30-an.

Beda penyakit, beda pula gejala yang ditimbulkan
Beda depresi serta bipolar disorder seringkali susah untuk dibuat diagnosa resminya sebab kedua gangguan mental ini sering memperlihatkan gejala yang sama. Namun, ada beberapa perkara yang bisa menjadi pembeda buat menentukan diagnosis apakah seseorang mengalamii depresi atau gangguan bipolar.

Pada dasarnya, orang penderita bipolar bakal merasakan episode mania. Tetapi tak demikian pada orang dengan gangguan depresi. Depresi dapat digejalai adanya tanda fisik misalnya munculnya feeling sakit nyata di tubuhnya baik yang dapat dijelaskan sebabnya ataupun tidak, munculnya perasaan sedih, putus asa, marah, kehilangan ketertarikan terhadap sesuatu hal atau kehilangan ketertarikan buat berinteraksi beserta lingkungannya, kehilangan nafsu makan, kesulitan buat tidur atau insomnia, kesulitan buat berkonsentrasi dan mengambil keputusan, mengingat, halusinasi, serta munculnya pikiran untuk menyakiti diri sendiri.

Sementara itu gejala orang yang mengidap gangguan ini bisa diamati dengan kecenderungan untuk melukai diri sendiri, suasana hati yang tidak stabil maupun berubah dengan cara ekstrim, serta lebih sensitif terhadap sesuatu.

Beda depresi serta bipolar bisa dilihat dari obatnya
Beda depresi dan bipolar, maka pengobatannya juga tak sama. Depresi bisa berlangsung singkat, dan pada kasus depresi klinis yang berlangsung lama, pilihan pengobatan termasuk mengikuti konseling CBT bersama psikoterapis atau memakai resep obat antidepresan.

Adapun pada penderita bipolar umumnya akan mendapatkan pengobatan yang kian intens, sebab bipolar merupakan keadaan yang bisa berlangsung seumur hidup dan kian kompleks tergantung dari tingkat keparahan tahap yang dialaminya.

Tips tinggal alias menjalin relasi dengan orang yang mengalami bipolar disorder
Pasangan bipolar bukan berarti hubungan Anda berdua adalah akar masalahnya. Kalau bipolar disorder menjadi duri dalam keterkaitan, ini waktunya Agan bertindak demi pasangan dan diri Sobat sendiri.

Cari tahu tentang penyakitnya
Sama gangguan jiwa lainnya, bipolar disorder dapat ditangani serta disembuhkan dengan pengobatan serta terapi. Untuk mendukung terapinya, Anda harus terlebih dulu mengerti dan memahami keadaan yang diidap oleh pasangan Agan.

Gangguan bipolar terkadang disahalahartikan sebagai bentuk kecacatan karakter seseorang. Pada realnya, bipolar ialah gangguan mental yang disebabkan oleh faktor-faktor biologis yang berada di luar kontrol orang tersebut. Beberapa faktor akibat gangguan bipolar ialah keturunan serta kelainan fungsi otak.

Temukan pemicu cirinya dan coba hindari
Ciri bipolar disorder dapat dipicu oleh suatu hal. Cirinya pun dapat terjadi perlahan, nyaris tak kentara. Oleh sebab itu, cari tahu serta pelajari apa yang dapat menjadikannya kambuh dan coba untuk menghindari perkara tersebut. Pelajari juga situasi hati pasangan Agan buat coba mencegah tahap depresi yang dapat datang kapan saja.

Sobatlah yang paling tahu pasangan Anda luar-dalam. Bila Agan memperhatikan bahwa perilaku, perasaan, maupun pola pikir pasangan Sobat tidak semisal lazimnya, tanyakan pada diri Agan apakah ini bisa menjadi pola tanda bipolarnya. Melalui mengamati perilaku pasangan Agan, hal ini pula bisa menguatkan diri dan tak terkejut waktu suasana hatinya berubah secara cepat.

Tunjukkan cinta dan kasih sayang tanpa pamrih
Terima kenyataan bahwa pasangan Anda sedang sakit. Pahami juga sebab penyakitnya ini, ia mungkin tak selalu dapat menjadi orang yang senantiasa penuh cinta dan kasih sayang. Namun cinta tulus Agan memiliki kekuatan untuk menyembuhkan.

Bila pasangan Sobat lagi mengalami fase depresif, beri tahu mereka bahwa Sobat peduli dengan memperlihatkan kian banyak cinta. Barangkali bakal terasa makin sulit buat melakukan perkara ini saat mereka lagi kambuh serta melampiaskan negativitasnya pada Agan, tapi justru di waktu inilah mereka sangat membutuhkan cinta dan kasih sayang.

Membiarkan orang yang depresi tenggelam sebelum memberikan bantuan ialah salah total. Depresi berat bakal semakin susah untuk ditangani, makin gampang kambuh, serta bakal semakin menebar duri dalam relasi Sobat berdua ke depannya.

Menunggu juga meningkatkan kemungkinan bahwa hubungan Sobat tak bakal bertahan; terdapatnya depresi dalam suatu keterkaitan meningkatkan akibat perpisahan hingga sembilan kali lipat.

Jangan lupa temukan dukungan bagi diri sendiri
Tinggal bersama pasangan bipolar bakal menjadikan Agan terus menerus fokus pada kondisinya. Namun, janganlah Sobat melupakan kondisi kesehatan diri sendiri. Agan dapat bergabung beserta kelompok pendukung anggota keluarga pasien bipolar yang mana bisa membantu serta menguatkan Agan menghadapi pasangan.

Dukungan dan pengertian dari keluarga atau teman yang lain pula bisa membantu Agan tegar menghadapi dan melalui ini semua dengan pasangan.

Jaga diri Sobat untuk tetap sehat
Bila Sobat mempunyai pasangan bipolar, tanpa disadari bakal membuat kesehatan Anda bisa terabaikan. Periset di Yale University School of Medicine pula menemukan bahwa hampir sepertiga orang yang hidup bersama orang bipolar amat rentan menderita depresi dan gangguan kecemasan.

Oleh sebab tersebut waspadai juga gejala depresi pada diri sendiri, terutama kelelahan, sakit kepala, serta rasa mual yang terus berkelanjutan. Segera konsultasikan dengan dokter demi menemukan perawatan dan obat yang tepat bagi diri Agan.

Itulah sedikit artikel tentang bipolar disorder yang bisa Saya share yang Saya ambil sumbernya dari https://hellosehat.com/ (Bipolar Disorder, Kondisi Gangguan Mental yang Harus Anda ...), https://www.liputan6.com/ (Apa Itu Bipolar Disorder, Gejala dan Penyebabnya yang ...) serta https://www.liputan6.com/ (Penyakit Bipolar Disorder, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat).

Baca juga artikel yang lain seputar :
- pemicu bipolar
- cara menghadapi orang bipolar
- pengobatan bipolar
- disorder artinya
- bipolar dalam islam
- penyebab bipolar kambuh

============================

LAGI PROMO

Kapsul Daun Kelor
Pengurus Badan Flimty Fiber
Gel Diet
Alat Pengecil Perut
Alat Bantu Sit Up
==========================
Tag : arti bipolar disorder
Back To Top