Kebugaran Jasmani

Mengenal Infeksi E. Coli, Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan


Setiap tahun, sekitar 48 juta orang Amerika (15 % dari penduduk Amerika) atau 1 dari 6 orang Amerika menderita sakit yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi dan sekitar 3.000 orang mati karena penyakit akibat makanan tersebut.

Statistik tahun ini membawa kabar baik dan juga kabar buruk. Kabar baiknya adalah infeksi akibat E. coli dan jenis virus salmonella menjadi turun. Kabar buruknya adalah infeksi akibat jenis-jenis salmonella dan patogen yang kurang dikenal menjadi naik.

Infeksi dari racun yang menghasilkan E. coli O157, biasanya berhubungan dengan daging sapi matang dan sayuran berdaun yang dimakan mentah, telah mengalami penurunan sebesar 32 persen dari angka rata-rata tahunan di antara tahun 2006 dan 2008. Jika dibandingkan dengan periode tiga tahun sebelumnya, infeksi E. coli O157  mengalami penurunan sekitar 19 persen. Jenis infeksi E. coli ini merupakan penyebab gagal ginjal.

Salmonella typhimurium, salah satu jenis yang paling umum dari virus salmonella, memiliki infeksi 27 persen lebih sedikit pada tahun 2014 dibandingkan pada 2006-2008.

Namun, salmonella javiana dan salmonella infantis, yang kurang umum, memiliki lebih dari dua kali lipat dalam periode waktu yang sama.

Campylobacter, penyebab utama kedua dari penyakit akibat makanan di Amerika Serikat, telah meningkat 13 persen sejak 2006-2008. Sedangkan Vibrio, yang biasanya berhubungan dengan makanan laut, telah melonjak 52 persen pada periode waktu yang sama.

Standar pemeriksaan ketat dan program informasi konsumen yang lebih baik dari pemerintah akan membantu membendung gelombang penyakit akibat E. coli dan salmonella. Harus ada peningkatan dalam pengawasan produk secara berkelanjutan, khususnya pada daging sapi untuk menurunkan infeksi E. coli.

Apa itu E. Coli ?

E. coli adalah jenis bakteri yang biasanya hidup di usus manusia dan hewan. Namun, beberapa jenis E. coli, terutama E. coli 0157: H7, dapat menyebabkan infeksi usus.

Gejala infeksi usus diantaranya diare, sakit perut, dan demam. Kasus yang lebih parah dapat menyebabkan diare berdarah, dehidrasi, atau gagal ginjal. Orang yang punya sistem kekebalan tubuh lemah, anak-anak, dan orang tua berisiko terkena komplikasi ini.

Sebagian besar, infeksi usus yang disebabkan oleh makanan atau air yang terkontaminasi. Penyediaan makanan yang tepat dan menjaga kebersihan, bisa mengurangi kemungkinan kita terkena infeksi usus.


Sebagian besar kasus infeksi usus dapat diobati di rumah. Secara umum, gejalanya bisa hilang dalam beberapa hari sampai seminggu saja.

Gejala infeksi usus karena E. coli

Gejala infeksi usus mulai tampak antara satu sampai lima hari setelah kita terinfeksi E. coli. Gejalanya bisa berupa :

  • kram perut
  • secara tiba-tiba mengalami diare berair yang dapat berubah ke tinja berdarah
  • gas
  • kehilangan nafsu makan dan mual
  • muntah walaupun jarang
  • kelelahan
  • demam

Gejala ini dapat berlangsung dari beberapa hari hingga lebih dari seminggu.

Gejala infeksi E. coli yang parah diantaranya :

  • kencing berdarah
  • jumlah urine menurun
  • kulit pucat
  • memar
  • dehidrasi

Jika Anda mengalami gejala-gejala parah tersebut, segera hubungi dokter.

Penyebab infeksi E. coli 



Mengenal Infeksi E. Coli, Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan


Setiap orang dan hewan biasanya memiliki beberapa bakteri E. coli dalam ususnya, tetapi beberapa strain bisa menyebabkan infeksi. Bakteri yang menyebabkan infeksi dapat masuk ke tubuh kita dalam beberapa cara, yakni :

Tidak benar dalam penanganan makanan
Apakah makanan itu disiapkan di rumah, di restoran, atau di toko kelontongan, jika penanganan dan penyiapannya tidak aman, maka dapat menyebabkan makanan terkontaminasi. Penyebab umum dari keracunan makanan meliputi :

  • tidak mencuci tangan sebelum menyiapkan atau mengkonsumsi makanan
  • pennggunaan peralatan, talenan yang tidak bersih untuk menyajikan hidangan merupakan kontaminasi silang
  • mengkonsumsi produk susu atau makanan yang mengandung mayones yang telah disimpan terlalu lama
  • mengkonsumsi makanan yang tidak disimpan pada suhu yang tepat
  • mengkonsumsi makanan yang tidak dimasak dengan suhu yang tepat, terutama daging sapi dan unggas
  • mengkonsumsi produk makanan laut secara mentah
  • minum susu yang tidak dipasteurisasi
  • mengkonsumsi produk mentah yang belum dicuci dengan benar
Cara pengolahan makanan yang tidak baik
Selama proses pemotongan, unggas dan produk daging lainnya, jika pengolahannya tidak benar maka dapat menyebabkan masuknya bakteri dari usus hewan tersebut.

Air yang terkontaminasi  
Sanitasi yang buruk dapat menyebabkan air mengandung bakteri, terutama dari kotoran manusia atau hewan. Kita bisa terkena infeksi dari minum air yang terkontaminasi tersebut atau lewat berenang di dalam air itu.

Penularan antar manusia
E. coli dapat menyebar ketika orang yang terinfeksi tidak mencuci tangannya setelah buang air besar. Bakteri ini kemudian menyebar ketika seseorang menyentuh seseorang atau sesuatu yang lain, seperti makanan. Rumah jompo, sekolah, dan fasilitas penitipan anak sangat rentan terhadap penyebaran virus ini.

Hewan
Orang-orang yang bekerja pada peternakan hewan, terutama sapi, kambing, dan domba bisa berisiko terkena infeksi. Setiap orang yang mengenai binatang atau yang bekerja di lingkungan hewan, harus mencuci tangan mereka secara teratur dan menyeluruh.

Kapan sebaiknya pergi ke dokter ?

Infeksi usus dapat menyebabkan dehidrasi dan komplikasi serius seperti gagal ginjal dan kadang-kadang menimbulkan kematian jika tidak diobati. Kita harus segera pergi ke dokter jika :

  • mengalami diare yang tidak membaik setelah lima hari, atau dua hari untuk bayi atau anak.
  • demam.
  • nyeri perut dan tidak merasa baikan setelah buang air besar.
  • ada nanah atau darah dalam tinja.
  • buang air tak terasa.
  • muntah terus selama lebih dari 12 jam. 
  • ada gejala infeksi usus
  • ada gejala dehidrasi, seperti kurangnya urin, haus yang ekstrim, atau pusing.

Bagaimana infeksi  E. coli dapat diobati ?

Dalam kebanyakan kasus ringan, perawatan bisa dilakukan di rumah. Penderita harus banyak minum air, banyak istirahat, dan selalu mengawasi timbulnya gejala yang lebih berat yang memerlukan penanganan dokter seperti adanya diare berdarah atau demam, dehidrasi dan gejala lainnya seperti yang telah disebutkan di atas.

Kebanyakan pasien akan menunjukkan perbaikan dalam waktu seminggu sampai 10 hari setelah timbulnya infeksi dan harus melakukan pemulihan penuh tanpa melakukan aktifitas berat.

Cara mencegah infeksi E.coli

Ada sejumlah cara untuk mengurangi peluang terkena infeksi usus akibat E. coli, diantaranya :

  • selalu mencuci tangan sebelum menangani, melayani, atau mengkonsumsi makanan dan setelah menyentuh hewan atau bekerja di lingkungan hewan.
  •  mencuci buah-buahan dan sayuran secara menyeluruh sebelum dikonsumsi
  • menghindari kontaminasi silang dengan cara menggunakan peralatan yang bersih.
  • menjauhkan daging mentah dari makanan lainnya serta barang-barang yang sudah bersih.
  • menggunakan termometer ketika memasak daging dan unggas sehingga memasak pada suhu yang tepat (unggas : 74 C, daging dan telur : 72 C, steak, daging panggang, ikan, kerang : 62 C.
  • tidak mencairkan daging di meja
  • selalu mencairkan daging di kulkas atau microwave
  • segera masukan sisa makanan ke pendingin
  • minumlah produk susu pasteurisasi, hindari susu mentah.
  • tidak menyiapkan makanan jika sedang mengalami diare
  • mencuci tangan sesering mungkin terutama setelah dari kamar mandi
  • tidak menggunakan fasilitas renang umum
Itulah informasi kesehatan seputar infeksi E. Coli sekaligus gejala, penyebab, cara pengobatan dan pencegahan penyakit tersebut. Semoga bermanfaat.

============================

LAGI PROMO

Kapsul Daun Kelor
Pengurus Badan Flimty Fiber
Gel Diet
Alat Pengecil Perut
Alat Bantu Sit Up
==========================
Tag : Pencernaan
Back To Top